Kenapa Anggrek Oke?
Juni 6, 2009
ANGGREK dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek sangat indah dan variasinya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai tanaman pot maupun sebagai bunga potong. Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari Sumatera hingga Papua. Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa Indonesia. Anggrek juga menjadi bunga nasional Singapura dan Thailand.
Anggrek sering dipergunakan sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan, dan keindahan selama berabad-abad. Bangsa Yunani menggunakan anggrek sebagai simbol kejantanan, sementara bangsa Tiongkok pada zaman dahulu kala mempercayai bahwa anggrek sebagai tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari tubuh Kaisar Tiongkok.
Pada pertengahan zaman, anggrek mempunyai peran penting dalam pengembangan teknik pengobatan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya pun meluas sampai menjadi bahan ramu-ramuan dan bahkan sempat dipercaya sebagai bahan baku utama pembuatan ramuan ramuan cinta pada masa tertentu. Ketika anggrek muncul dalam mimpi seseorang, hal ini dipercaya sebagai simbol representasi dari kebutuhan yang mendalam akan kelembutan, romantisme, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Akhirnya, pada permulaan abad ke-18, kegiatan mengkoleksi anggrek mulai menjadi kegiatan yang banyak dilakukan di segala penjuru dunia, terutama karena keindahan tanaman ini.
Itulah alasannya, seperti penggunaan nama Rajawali sebagai nama regu inti penggalang Putra, Anggrek juga digunakan oleh La Negsatu sebagai nama Regu Inti Penggalang Putri, yang diharapkan pesona bunga tersebut juga menjadi pesona Regu. La Negsatu memberikan tambahan kata “Oke” dibelakangnya, hal ini dimaksudkan agar setiap tindakan dari anggota regu mengutamakan akhlak yang baik dengan memegang teguh Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Secara umum bentuk maupun ukuran bendera sesuai dengan peraturan yang berlaku di Gerakan Pramuka, untuk gambar bunga anggrek sendiri berbentuk silhouette atau bayangan hitam dengan background warna silver yang menandakan bahwa regu ini lahir pada era millennium ke-3. Dengan menggunakan rumbai warna merah pada bendera regu dan garis tepi merah pada tanda regu yang melambangkan warna Golongan Penggalang di Gerakan Pramuka. (*)
Entry Filed under: Uncategorized. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
R12K1 | Juni 8, 2009 at 1:36 pm
BAGUZ
2.
sharazz | Juni 12, 2009 at 2:52 am
waah..
senengnya…
Anggrek Hitam nongol…
hehehe.