Catatan Perjalanan Coban Cinde
September 14, 2009
MINGGU, 16 Agustus 2009, La Negsatu kembali mengadakan agenda rutin setiap tahunnya, yaitu “Jungle Survival” yang diadakan di kawasan Coban Cinde, desa Benjor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) La Negsatu, dan didampingi oleh aktivis kelas 8, 9, Alumni La Negsatu dan beberapa pembina. Acara ini memang merupakan agenda penutup untuk diklat tahun 2009.
Sekitar pukul 07.00, seluruh peserta jungle survival telah berkumpul di SMPN 1 Tumpang. Setelah berdoa, briefing, dan mempersiapkan alat-alat yang akan dibawa, kami berangkat naik truk dan pickup. Dalam perjalanan, beberapa kali ada yang kehilangan keseimbangan di dalam truk dan jatuh terduduk saat mengerem, suasana saat itu campuran antara senang dan tegang.
Pukul 09.00, akhirnya kami tiba di desa Benjor, kemudian kami turun dari truk. Sambil menunggu rombongan pickup, peserta diklat kelas 7 baris menurut regu, dan kelas 9 briefing bersama alumni. Begitu rombongan pickup yang berisi aktivis kelas 8 tiba, kami membagi diri menjadi pendamping untuk masing-masing regu. Sebelum turun ke medan, peserta diklat diberi nasihat-nasihat tertentu oleh kakak alumni, baru kemudian kami diizinkan turun.
Dalam perjalanan, kami menyusuri jalan setapak yang jarang dilewati orang, aktivis yang turun terlebih dahulu membuka jalannya. Jalan yang kami lewati benar-benar masih alami, kami juga melihat beberapa pohon karet yang diambil getahnya, ada juga cabai, kubis dll. Setelah melewati jalan yang datar, kami mulai lewat jalan yang cukup curam, karena sebelah kiri kami tanah langsung miring sekitar 45⁰, dan sebelah kanan semak-semak yang cukup tajam. Hal itu agak menyusahkan para peserta diklat, tapi kami sudah antisipasi dengan menyuruh mereka untuk menggunakan kaus tangan dan membawa tongkat. Rute sesudahnya adalah yang kami sukai, di depan kami jalan terus turun dan curam, tapi rupanya sudah ada tali yang membantu kami turun ke bawah tanpa harus jatuh menggelinding atau merosot. Selama itu, ada beberapa peserta yang kurang hati-hati dan merosot ke semak-semak, tetapi mereka tetap tertawa senang.
Usai melewati rute darat, mulai terlihat sungai yang penuh bebatuan, sebelum kaki kami masuk sungai, tak lupa kami oleskan minyak tanah di kaki dan tangan untuk mencegah lintah sungai menyerap darah, dan ganti memakai sandal. Sungai kala itu arusnya cukup deras, sehingga kami harus ekstra hati-hati menjaga peserta diklat kelas 7. Kami menyeberangi sungai tak cukup sekali, memang hanya ada 1 sungai yang kami lewati memanjang mulai dari coban, tetapi demi keselamatan kami harus beberapa kali menyeberang demi jalan yang aman karena di kanan-kiri sungai nyaris penuh dengan batu ekstra besar.
Setelah terpeleset, terjatuh dalam sungai, dll, akhirnya kami tiba di coban cinde, semua rasa lelah terasa hilang saat melihat keindahan dan kealamian coban cinde. Aliran air sungai dari atas ke bawah sangat keras dan segar, sedingin es, dan angin yang berhembus dari coban benar-benar menyejukkan. Tanpa terasa, meskipun hanya berdiri dan tidak masuk air, badan sudah basah kuyup kena cipratan air coban cinde. Usai makan, istirahat, dan menceburkan diri ke air, kami pun menyudahinya dan berjalan kembali ke atas.
Setelah bersusah payah mendaki ke atas lagi, kami mencuci kaki dan langsung pulang ke SMPN 1 Tumpang lagi, dalam perjalanan, tak hentinya peserta diklat memperbincangkan kesan-kesannya di coban cinde tadi. Akhirnya, sekitar pukul 15.30, kami tiba di sekolah, briefing sebentar kemudian langsung pulang ke rumah masing-masing. Memang capek, dan melelahkan, tapi SERUUU…!!! (shara)
Entry Filed under: Uncategorized. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
sharazz | September 14, 2009 at 5:25 am
seruu abiz emang….
ga ada matinya..
2.
r12k1 | September 18, 2009 at 2:56 am
sayang ak gag ikut ya abis sakitt
3.
cu'im | Oktober 8, 2009 at 7:52 am
eemmmmmh….
ak jd pgen ksno aggy…
yuk plen ksno…
dlam mpi,,,
hhe,,,