Sejarah La Negsatu

September 14, 2009 at 4:29 am 1 komentar

kak_ekoKEGIATAN kepramukaan di SMP Negeri 1 Tumpang sudah ada sejak Sekolah ini berdiri yaitu tahun 1961. Hal yang jamak dilakukan oleh Gudep di sekolah-sekolah adalah selalu ada pergantian Pembina, termasuk juga di SMP Negeri 1 Tumpang. Setelah mengalami beberapa kali pergantian Pembina kemudian pada tanggal 9 Agustus 1998 datanglah Kak Eko Juni Wahyudi sebagai Pembina menggantikan Pembina sebelumnya. Kedatangan Kak Eko ini merupakan awal dari sejarah berdirinya Laskar Negeri Satu Tumpang atau yang biasa disingkat La Negsatu.

Nama La Negsatu sendiri pertama kali muncul pada 4 April 1999 saat mengikuti kegiatan perlombaan pertama dalam sejarah La Negsatu yaitu Lomba Lintas Alam Pedesaan yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Poncokusumo. Namanya pun bukan langsung La Negsatu tetapi La Negsatu 21 we are never say die kemudian mengalami transformasi keberbagai nama tetapi intinya ada di La Negsatu hingga benar-benar menjadi La Negsatu seperti sekarang.

lanegsatu awal

lanegsatu awal1

26 September 1998 ditetapkan sebagai hari lahir La Negsatu, penentuan tanggal tersebut berdasarkan kegiatan yang diadakan pertama kali yaitu Perkemahan Sabtu Minggu tanggal 26-27 September 1998. Hal ini terinspirasi oleh kegiatan yang lakukan oleh Boden Powell di Bronsea Island yang menjadi cikal bakal gerakan kepanduan di dunia. Setelah mengalami proses yang cukup panjang baru pada tanggal 14 Desember 2004 diperkenalkan lambang La Negsatu.

lanegsatu

Awal itu selalu sulit dan tidak mudah, tantangan yang besar saat La Negsatu berdiri adalah merubah paradigma para guru dan utamanya siswa SMP Negeri 1 Tumpang tentang bagaimana sebenarnya kegiatan kepramukaan era sekarang yang tentu saja jauh berbeda dengan dulu, dan akhirnya lambat laun kita mampu merubah paradigma mereka sehingga Pramuka SMP Negeri 1 Tumpang bisa mencapai seperti sekarang ini.

La Negsatu memulai kiprahnya dengan peralatan yang minim, hanya berbekal 10 tongkat dan 8 buah tenda peninggalan Pembina sebelumnya. Saat itu, selama setahun La Negsatu menempati ruangan yang difungsikan sebagai ‘sanggar’ yang bersebelahan persis dengan WC Putra, tentu saja aroma menyengat hidung senantiasa tercium. Sebenarnya ruangan tersebut sebelumnya memang merupakan tempat untuk ganti pakaian bagi siswa SMP Negeri 1 Tumpang saat akan dan selesai olahraga.

Namun dengan penuh kesabaran, akhirnya La Negsatu mendapatkan tempat yang layak untuk dijadikan sanggar pramuka dengan ukuran yang lebih luas dan tentu saja tidak bau dan kumuh. Namun, hanya kurang lebih 3 tahun sanggar tersebut ditempat karena pada tahun 2002 La Negsatu harus pindah tempat lagi karena sanggar yang lama harus dibongkar karena akan didirikan kelas baru oleh Sekolah.

Meskipun ada pengganti ruangan untuk sanggar, namun luasnya lebih kecil dari sebelumnya. sehingga tempat tersebut hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang inventaris gudep. Tetapi kemudian pada akhir 2007 sanggar tersebut mulai direnovasi dengan pengembangan keatas alias ditingkat menjadi 2 lantai.

sanggar la negsatu

Saat ini, Sanggar Pramuka La Negsatu telah berfungsi sebagai pusat aktivitas kegiatan aktivis Pramuka SMP Negeri 1 Tumpang. Apalagi peralatan dan barang inventarisnya semakin lengkap, tentu saja memudahkan para aktivis La Negsatu bergiat. Sehingga tidak ada alasan bagi para punggawa La Negsatu untuk tidak bergiat dan berprestasi di arena kepramukaan.

Selama ini, La Negsatu telah banyak mengukir prestasi gemilang. Hampir semua arena perlombaan di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur telah dimenangkan oleh La Negsatu. Sebuah pencapaian yang sungguh sangat luar biasa yang dilakukan oleh Gugusdepan Gerakan Pramuka Kabupaten Malang 22099 – 22100 Airlangga – Gayatri Pangkalan SMP Negeri 1 Tumpang ini. Daftar prestasi lengkap bisa klik disini….

Diawali dengan meraih juara 3 putri Lomba Lintas Alam Pedesaan yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Poncokusumo pada 4 April 1999, yang kemudian berlanjut meraih juara 3 putra di arena Lomba Giat Tangkas (GITA) Penggalang I pada 5-7 Nopember 1999 yang diselenggarakan oleh SMK PU Malang. Namun, momen yang sulit dilupakan adalah ketika La Negsatu menjadi kuda hitam dalam perhelatan Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LPPP) IX Regional Jawa Timur pada 9-12 Maret 2001. Saat itu secara mengejutkan La Negsatu berhasil menerobos dominasi gudep-gudep mapan dengan meraih juara 2 putra dan juara harapan putri.

Semenjak kegiatan tersebut La Negsatu mulai mendominasi arena perlombaan di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur. Terbukti di tahun 2002 La Negsatu menjadi juara 1 putra dan putri pada Lomba Tingkat III Kwarcab Malang dan berhak melaju ke LT IV yang saat itu dilaksanakan di Alas Tuwo Magetan Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan torehan untuk pertama kalinya La Negsatu menjadi juara umum yang didapatkan pada Lomba Lintas Medan (LLM) IX se-Malang Raya yang diselenggarakan Universitas Islam Malang pada 27 Oktober 2002.

llm unisma

Pencapaian yang luar biasa dari La Negsatu selama ini salah satunya tidak lepas dari pembentukan karakter yang kuat yang mulai dibentuk sejak pertama kali mereka masuk di Diklat. Karakter yang dimaksud adalah semangat pantang menyerah sampai kapanpun seperti yang digambarkan dalam semboyan awal never say die. Selalu ada peningkatan dalam setiap kali latihan menjadi mental yang sudah terbentuk sehingga sampai saat ini La Negsatu konsisten mengukir prestasi.

Kreatif. Itu kata yang tepat untuk para aktivis La Negsatu ini, karena mereka selalu bisa melakukan sesuatu yang menarik. Mereka selalu mengemas kegiatan kepramukaan semenarik mungkin dan kekinian sehingga para siswa-siswi SMP Negeri 1 Tumpang menjadi tertarik untuk bergabung dan mengikuti kegiatan kepramukaan.

Selalu ada yang baru, itu juga salah satu kunci kenapa La Negsatu terus dapat berkiprah di dunia kepramukaan. ‘Lakukan sesuatu yang orang lain belum pernah melakukannya, sehingga ketika 5 atau 10 tahun yang akan datang orang baru memikirkannya, kita sudah melakukan’. Itu adalah prinsip yang senantiasa di pegang teguh oleh para punggawa Laskar Negeri Satu Tumpang. Sehingga ketiga komponen tersebut menjadi kunci sukses La Negsatu atas kiprahnya selama ini. (*)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

7 Pembina La Negsatu Raih Lencana Pancawarsa Dirgahayu La Negsatu!

1 Komentar Add your own

  • 1. khusnul  |  Oktober 11, 2009 pukul 8:02 am

    gmn px kbr kak ?
    selamat bua dirgahayu lanegsatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Total Pengunjung

  • 93,073

%d blogger menyukai ini: